Halaman

Sabtu, 24 Maret 2012

PREDIKSI NAS 2012

riski mbeh


MATERI 
1 konsep geografi HAKEKAT GEOGRAFI
2 Pendekatan geografi
3 Prinsip geografi
4 Jenis lempeng/gerakan lempeng LEMPENG
5 Bukti gerakan lempeng
6 Siklus batuan ? BATUAN
7 Jenis batuan
8 Bentuk muka bumi tektonik TEKTONISME
9 Material vulkanisme VULKANISME
10 Bentuk gunung api
Intrusi magma
11 Tipe letusan
12 Istilah gempa GEMPA
13 Mitigasi gempa
14 Bentuk muka bumi pelapukan EKSOGEN
15 Bentuk muka bumi erosi
16 Bentuk muka bumi sedimentasi
17 Jenis tanah/klasifikasi TANAH
18 Usaha mempertahankan kesuburan tanah
19 Faktor perbedaan suhu ATMOSFER
20 Kelembaban udara
21 Awan (ciri-ciri/klasifikasi)
22 Hujan (tampilan gambar)
23 iklim koppen/Schamid Fergusson
24 Air tanah (infiltrasi) HIDROSFER
25 Sungai (pola aliran sungai)
26 Danau (proses terjadinya danau)
27 Gerakan air laut (arus laut), penyebab arus laut
28 Pengaruh dan manfaat gerakan air laut
Faktor sebaran flora fauna FAUNA
29 Fauna (endemis/dilindungi)
Suaka marga satwa
30 Fauna dunia
31 Pertumbuhan penduduk) ANTROPOSFER
32 Komposisi penduduk (sex ratio/transisi pendudu)
33 Mobilitas penduduk
Klasifikasi industri INDUSTRI
34 Faktor industri (mengapa industri berkembang pesat?)
35 Skala peta (garis lintang/garis bujur) PETA
36 Proyeksi peta (jenis dan proyeksi peta)
37 Membaca peta (tinggi, kemiringan, bentuk muka bumi, dan azimuth), obyek muka bumi
38 Komponen PJ/skala foto udara PJ
39 Jenis / klasifikasi citra
Manfaat PJ
40 Interpretasi citra
41 Potensi desa/ekosistem desa DESA KOTA
42 Pola pemukiman desa
Dampak interaksi
43 Interaksi desa kota (titik henti, kekuatan interaksi, konektivitas)
44 Pola keruangan kota
45 Perkembangan kota (arah pengembangan kota/pusat pertumbuhan)
46 kelompok negara maju dan berkembang NEG MAJU DAN BERKEMBANG
I Indikator negara maju
47 faktor pendorong negara maju dan berkembang
48 Sumber data SIG SIG
49 Keunggulan SIG
50 Manfaat SIG

Selasa, 20 Maret 2012

PERSEBARAN LAHAN POTENSIAL DAN LAHAN KRITIS





1.
Persebaran Lahan Potensial
Lahan potensial tersebar di daerah dataran rendah, pegunungan, dan pantai. Tetapi lahan potensial biasanya banyak terdapat di dataran rendah, karena dataran rendah merupakan daerah endapan dengan tingkat kemiringan dan erosi yang kecil.
Berikut ini akan dijelaskan persebaran lahan potensial di daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan.
a.
Lahan Potensial di Kawasan Pantai
Pernakah Anda pergi ke pantai?
Lahan potensial di kawasan pantai memiliki ciri-ciri:
  • kemiringan 0 - 3%.
  • perbedaan tinggi 0 - 5 m dari permukaan laut.
·         umumnya terdapat pada pantai yang landai.
Kemiringan dan perbedaan tinggi yang rendah, menyebabkan lahan potensial di daerah pantai terletak pada kawasan pasang surut air laut. Kawasan ini banyak di tumbuhi tanaman bakau (mangrove), fungsi tanaman bakau mengurangi abrasi dan mencegah perembasan air laut sampai jauh ke pedalaman.
Lahan potensial kawasan pantai di Indonesia terdapat di pantai Timur Sumatera, pantai Barat, dan Selatan Kalimantan.

b.
Lahan Potensial di Dataran Rendah
Mulai dataran pantai sampai ketinggian 400 meter dari permukaan laut termasuk wilayah dataran rendah.
Lahan potensial di dataran rendah memiliki ciri-ciri:
- kemiringan 3 - 15%.
- perbedaan tinggi 5 - 10 m dari permukaan laut.
- umumnya merupakan endapan alluvial (endapan yang dibawa oleh air sungai).

Pengikisan di daerah ini masih relatif kecil dan tata airnya cukup baik. Karena merupakan endapan alluvial hasil erosi yang diangkut sungai yang berhulu di daerah vulkanis (gunung api). Sehingga kawasan ini memiliki kesuburan yang cukup tinggi. Lahan potensial dataran rendah di Indonesia antara lain terdapat di Utara Jawa Barat (Indramayu).
c.
Lahan Potensial di Daerah Pegunungan/Perbukitan
Anda pernah pergi ke pegunungan? Bagaimana udaranya, bersih dan sejuk bukan? Lahan potensial di daerah pegunungan/perbukitan memiliki ciri-ciri:
- kemiringan 15 - 30%.
- perbedaan tinggi 10 - 300 m dari permukaan laut.
- kesuburan tanah tergantung pada batuan induk dan tingkat pelapukan.

Erosi di daerah yang rendah relatif kecil, makin tinggi dan miskin tumbuhan (vegetasi) tingkat erosi makin besar. Jika tanahnya terbentuk dari hasil vulkanis (letusan gunung api), maka tanahnya subur. Pada kawasan dataran rendah antara dua pegunungan (inter-mountain plain) dapat terbentuk endapan alluvial yang subur.

Lahan potensial kawasan pegunungan di Indonesia banyak dijumpai pada kawasan pegunungan yang hutannya masih baik (belum rusak).
Hubungan antara kemiringan dengan topografi, dapat Anda lihat pada tabel 6.3.

Tabel 2. Kemiringan lereng.


Lengkapi tabel di bawah ini dengan memberi tanda cek ( )
Lahan potensial di pantai, di dataran rendah dan di pegunungan memiliki ciri-ciri yang berbeda, yaitu:
  • di pantai memiliki ciri-ciri; kemiringan 0 - 3%, perbedaan tinggi 0 - 5 m di atas permukaan laut, dan terdapat pada pantai landai,
  • di dataran rendah ciri-cirinya; kemiringan 3 - 15%, perbedaan tinggi 5 - 10 m di atas permukaan laut, dan merupakan endapat alluvial,
  • di pegunungan ciri-cirinya; kemiringan 15 - 30%, perbedaan tinggi 10 - 300 m di atas permukaan laut, dan kesuburannya tergantung batuan induk dan tingkat pelapukan.
Silahkan cocokkan jawaban latihan 5 yang telah Anda kerjakan dengan uraian di atas. Setelah Anda memahami persebaran lahan potensial dan ciri-cirinya, serta berhasil menjawab latihannya. Anda boleh melanjutkan ke materi berikutnya.


Senin, 19 Maret 2012

Pengendapan oleh Air Laut


2.

Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri dari material pasir.
Ukuran dan komposisi material di pantai sangat bervariasi tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut.
Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Jika terjadi perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. Ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut spit.
Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang kadang spit terbentuk melewati teluk dan membetuk penghalang pantai (barrier beach).

Perhatikan gambar!
Terbentuknya split


Apabila di sekitar spit terdapat pulau, biasanya spit akhirnya tersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.

Perhatikan gambar!
Tombolo

Bentang Alam Akibat Proses Pengendapan (sedimentasi)



Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh Air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan.
Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda. Berikut ini akan dijelaskan ciri bentang lahan akibat proses pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya.
1.
Pengendapan oleh air
Batuan hasil pengendapan oleh air disebut sedimen akuatis. Bentang alam hasil pengendapan oleh air, antara lain meander, dataran banjir, tanggul alam dan delta.
a.
Meander
Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati.
Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan.
Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.
Proses terjadinya meander

Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.
b.
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan - lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.
Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.
c.
Dataran banjir dan tanggul alam
Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk.
Bentang alam itu disebut tanggul alam.